BERKARYA SELAGI MUDA (Siapa takut berkecimpung dunia peternakan?)

Pakan memang menjadi 70% bahkan lebih alokasi produksi peternakan. Paradigma ini terkadang menjadikan peternak menekannya tanpa memperhatikan nutrisi. Misal dengan membuat pakan sendiri secara asal atau mengoplos pakan pabrikan dengan bahan  yang murah. Efeknya memang harga pakan turun tetapi perlu dipertanyakan, bagaimana produktivitasnya?

Selama kita berfikir industry pakan merupakan unit pengolahan pakan dengan teknologi yang canggih maka kita hanya termangu dan akhirnya menyerah. Padahal pembuatannya dapat dilakukan dengan teknik sederhana sekalipun.

Dilema yang terkadang ditemui adalah mau membeli pakan pabrikan atau membuat sendiri (sederhana)

Yang muda yang Berjaya, yang muda yang berkreasi…..

Why not gitu loch…..kita buat pakan sendiri

Prinsip dasar membuat pakan : ada bahan baku yang berkualitas kalau bisa murah, proses penimbangan, mengecilkan ukuran (giling misalnya) dan mengaduk/ mencampur……just that…..

Dengan begitu saja tanpa kita cetak pellet, ternak sudah mau mengkonsumsi…

Hanya itu basicnya, selebihnya adalah kreativitas yang bermain. Perlu diingat juga trial error boleh tetapi hitungan nutrisi pakan tetap harus diperhatikan, apakah sudah sesuai dengan kebutuhan ternak atau belum. Hal ini adalah celah kita bermain bahan baku dan menekan harga.

Tidak ada formula baku, dikalangan industry pakan sekalipun. Formulasi bersifat fleksibel tergantung kondisi dan ketersediaan bahan baku> jadi jangan pernah takut untuk mencoba membuat formula pakan.

Kalo formula pakan sudah dibuat so… saatnya action membuat pakan sendiri…formula pertama pasti kurang bagus segera perbaiki jangan menyerah…nanti juga akan ketemu dengan formula yang pas sesuai dengan ternak. Justru disini letak asyiknya…kita merubah  komponen bahan pakan dan langsung tahu perubahan pada ternak…

So…again..mari kita karyakan diri kita untuk dunia pertanian dan peternakan….Kita yang muda saatnya berkarya…..

Leave a Reply