Frekuensi Pemberian Ransum/Pakan

Tuntutan produksi tinggi harus diimbangi dengan kualitas dan kuantitas pakan.  Produktivitas ini ditunjang dari zat gizi dan energi dari pakan yang dikonsumsi.  Banyak kejadian pakan yang diformulasikan sudah bagus namun kemampuan ternak dalam mengkonsumsinya terbatas.
frekuensi pemberian pakan
frekuensi pemberian pakan

Tak terbantahkan betapa crusialnya posisi pakan dalam usaha peternakan. Bersimbiosa dengan kualitas bibit dan manajemen akan sangat menentukan hasil produksi ternak. Hal ini berlaku juga pada ternak ruminansia, dengan dominan pakan berserat dan tambahan pakan penguat.

Tuntutan produksi tinggi harus diimbangi dengan kualitas dan kuantitas pakan.  Produktivitas ini ditunjang dari zat gizi dan energi dari pakan yang dikonsumsi.  Banyak kejadian pakan yang diformulasikan sudah bagus namun kemampuan ternak dalam mengkonsumsinya terbatas.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal ini adalah dengan mengatur frekuensi pemberian pakan. Hasil penelitian menyatakan bahwa frekuensi pemberian pakan yang semakin sering akan meningkatkan konsumsi ransum. Sapi perah dara dengan pemberian  ransum delapan (8) kali dalam sehari semalam menunjukkan konsumsi ransum dan pertumbuhan  lebih tinggi dibanding pemberian ransum 2 kali sehari semalam. Campbell menyatakan bahwa pemberian ransum yang lebih sering pada sapi perah laktasi akan

  • Meningkatkan konsumsi ransum
  • Meningkatkan produksi susu
  • Meningkatkan kadar lemak susu

Pola pemberian pakan yang seperti ini selain meningkatkan konsumsi pakan juga akan meningkatkan kecernaan bahan kering. Mc Culllough (1973) domba yang diberikan ransum dari satu kali menjadi empat kali sehari  akan meningkatkan kecernaan bahan kering 3,2% (63,9 -à 67,1%) dan peningkatan penyediaan protein dalam rumen. Dengan semakin meningkatnya kecernaan bahan kering makan akan semakin tersedia zat gizi yang dipergunakan untuk produksi ternak. (Pustaka : Ransum Ternak Ruminansia, Sori Basya Siregar)

Leave a Reply