Manure Scoring

Mengamati kotoran ternak  di area padang gembala dapat menghasilkan informasi yang berharga mengenai bagaimana kebutuhan nutrisi ternak dari apa yang telah dimakan, bagaimana keseimbangan nutrisinya dan bagaimana level kualitas nutrisi pakan dipadang gembala. Scoring kotoran sebagian dapat membantu menujukkan ketika terlalu banyak protein yang dimakan, kecukupan serat, bijian tambahan dalam ransum yang tercerna.

Memperhatikan ternak dipadang gembala akan membantu petani dan peternak dalam manajemen harian. Pengamatan ini sebagai rambu perhatian akan kondisi ternak terhadap target perfomancenya. Banyak parameter yang dapat digunakan,  misalnya Body Condition Score (BCS) yang sangat familiar. Ada parameter sebelum BCS yang dapat dipergunakan sebagai acuan yaitu Manure Scoring (mengamati kotoran ternak).

Mengamati kotoran ternak  di area padang gembala dapat menghasilkan informasi yang berharga mengenai bagaimana kebutuhan nutrisi ternak dari apa yang telah dimakan, bagaimana keseimbangan nutrisinya dan bagaimana level kualitas nutrisi pakan dipadang gembala. Scoring kotoran sebagian dapat membantu menujukkan ketika terlalu banyak protein yang dimakan, kecukupan serat, bijian tambahan dalam ransum yang tercerna. Contoh Padang gembala dengan rumput berkadar air tinggi (80% atau lebih), rendah serat kasar dan ketika  vegetasi dengan protein yang tinggi dan rendah serat. Ternak yang memakan hijauan yang relatif masih muda akan sering mengeluarkan kotoran encer. Sebaliknya, jika pada rumput dengan vegetasi yang terlalu tua; kotoran ternak akan sangat kaku dan banyak serat tidak tercerna.

Scoring kotoran ternak hanya dapat dilakukan setelah sapih karena tekstur kotoran  berbeda ketika masih minum susu.  Pengelompokkan ini dimulai dari nilai 1 sampai dengan 5. Skala 1 apabila kotoran sangat cair, biasanya dari ternak pada saat musim semi atau pada padang yang subur, atau ternak sedang diare. Nilai 5 ketika kotoran sangat kaku.

Pengamatan kotoran ini dapat juga dilakukan pada ternak ruminansia kecil (kambing/domba) walau bentuknya berbeda namun acuan utama relatif sama. Pelaksanaan scoring akan semakin mudah dilakukan jika kita mau menyentuh kotoran dengan memeikirkan sumber daya pertanian yang menarik dan bermanfaat, bukannya sesuatu yang kotor.

Manure Score 1
Manure Score 1

Score 1, kotoran sangat cair berupa genangan air maupun cipratan luas dipadang rumput. Ketika ini diletakkan dan dirasakan pada jari terasa creamy dan lunak tanpa serat tidak tercerna. Protein yang terlalu tinggi dalam pakan dan kekurangan serat akan menghasilkan kotoran yang seperti ini. Menambahkan pakan berupa hijauan atau bijian dengan energi tinggi dapat membuat kotoran sedikit berair. Ternak yang diare disebabkan penyakit mungkin juga mempunyai kotoran seperti ini, oleh karena itu saat akan merubah komposisi pakan perlu berkonsultasi dengan veteriner.

Manure Score 2
Manure Score 2

Score 2, kotoran masih berair, tidak membentuk tumpukan yang bagus dan akan berhamburan saat berada ditanah. Jika diletakkan dijari, kotoran ini  akan terasa creamy dan lembut tetapi ada beberapa partikel hijauan yang tidak tercerna. Biasanya terlihat saat diawal musim semi dimana tanaman subur. Kotoran akan kurang berair jika mereka mendapatkan suplementasi hijauan dipadang rumput.

Manure Score 3
Manure Score 3

Score 3, kotoran akan berbentuk tumpukan bagus yang memiliki cincin di sekitar depresi kecil di tengah. Kotoran seperti ini terkadang terlihat seperti pudding, ini tidak terasa cremy dan lembut seperti score 1 dan terdapat serat hijauan yang tidak tercerna. Kotoran ini akan menghasilkan suara “clepuk” saat menyentuh tanah dan akan menempel pada kita atau sapi apabila mengenainya. Kondisi ini adalah optimal untuk kotoran sapi.

Manure Score 4
Manure Score 4

Score 4, bentuk kotoran dengan tumpukan lebih tebal dan lebih tinggi dibanding score 3.  Kotoran ini tidak akan mengalami depresi di pusat atau cincin konsentris. Partikel pakan yang tidak tercerna dan serat jelas terlihat.  Tipe kotoran seperti ini menandakan jika pakan rendah protein,  seperti kotoran pada sapi dipadang gembala dengan kualitas rumput rendah.

Manure Score 5
Manure Score 5

Score 5,  kotoran kaku dan keras terkadang berbentuk seperti bentuk bola. Kotoran ini berasal dari banyaknya partikel pakan yang tidak tercerna dan terkadang dapat dilihat bentuk serat atau bijian dari pakan.  Kondisi ini disebabkan ternak makan hijauan/pakan dengan kualitas sangat rendah, tetapi juga  dapat dikarenakan penyumbatan sistem saluran pencernaan atau dehidrasi.

(The Art and Science of Grazing. How Grass Farmers Can Create Sustainable Syatem For Helathy Animals and Farm Ecosystem. Sarah Flack.2016)

 

 

Leave a Reply