Penggembalaan Ternak Dipadang Gembala

Memahami Pola Makan dan Penyediaan Pakan Ruminansia Kecil

Ternak ruminansia kecil (kambing dan domba) akhir-akhir ini (akhir tahun 2018 sd 2019) cukup trending dalam dunia peternakan nasional. Berita tentang telah dilakukannya ekspor komoditas domba ke luar negeri dengan jumlah  besar  dan peluang lanjutannya. Selain itu komoditas ini digadang-gadang untuk membantu pemenuhan kebutuhan daging nasional yang sampai detik ini masih mengandalkan sapi. Kondisi ini disambut peternak kambing domba dengan antusias sekaligus sebagai salah satu parameter betapa usaha ternak ruminansia kecil masih memiliki prospek.  Namun realitas ini harus dihadapi dengan sungguh sungguh dalam artian ada kesiapan dan kesinambungan komoditas ternaknya. Tentu produktivitas ternak menjadi acuannya, misal bagaimana keberhasilan sektor breeding untuk menunjang kebutuhan bakalan pada kegiatan fattening dsb.
Penggembalaan Ternak Dipadang Gembala
Penggembalaan Ternak Dipadang Gembala

Ternak ruminansia kecil (kambing dan domba) akhir-akhir ini (akhir tahun 2018 sd 2019) cukup trending dalam dunia peternakan nasional. Berita tentang telah dilakukannya ekspor komoditas domba ke luar negeri dengan jumlah  besar  dan peluang lanjutannya. Selain itu komoditas ini digadang-gadang untuk membantu pemenuhan kebutuhan daging nasional yang sampai detik ini masih mengandalkan sapi.

Kondisi ini disambut peternak kambing domba dengan antusias sekaligus sebagai salah satu parameter betapa usaha ternak ruminansia kecil masih memiliki prospek.  Namun realitas ini harus dihadapi dengan sungguh sungguh dalam artian ada kesiapan dan kesinambungan komoditas ternaknya. Tentu produktivitas ternak menjadi acuannya, misal bagaimana keberhasilan sektor breeding untuk menunjang kebutuhan bakalan pada kegiatan fattening dsb.

Produktivitas yang optimal dapat dicapai dengan mengenal dan memahami karakteristik ternak dalam memenuhi kebutuhan pakan. Tak kalah penting juga bagaimana kebutuhan ternak didukung dengan penyediaan lahan rumput yang cukup. Pemahaman karakter dalam makan misalnya domba yang cenderung mengkonsumsi rumput dan kambing yang lebih dominan  mengkonsumsi dedaunan/rambanan. Serta bagaimana kambing/domba dapat memilih sendiri bagian dari tanaman yang cukup nutrisinya. Pemahaman akan karakter ini dapat  digunakan dalam mendesain tempat pakan (ukuran, lokasi, elevasi) sehingga mendukung produktivitas kambing domba.  Mengenai kemampuannya memilih jenis dan bagian yang bergizi dari suatu tanaman maka dalam menyediakan hijauan didalam kandang perlu diperhatikan  variasi hijauan dan pencampurannya.

Memahami Karakter Makan Kambing Domba
Memahami Karakter Makan Kambing Domba

Setelah memahami karakter kambing/domba dalam makan; maka kewajiban peternak untuk menyediakan pakan yang cukup. Pakan dalam hal ini hijauan, baik itu hijauan yang diberikan dikandang maupun hijauan yang dikonsumsi langsung dipadang gembala. Pemeliharaan pada rumput untuk keperluan rumput potong relatif lebih sederhana dibanding pada rumput gembala yaitu dengan mengatur waktu pemotongan serta pemeliharaan pasca potong.  Namun pada pemeliharaan rumput dipadang gembala relatif lebih ekstra selain pemeliharaan rumput juga perlu ada pengaturan ternak yang merumput. Bagaimana istilah padang rumput dan padang gembala dapat disimak di Bagaimana cara menyajikannya.

Pengelolaan padang gembala dilakukan guna mencapai keseragaman dan pemerataam penggunaan rumput oleh ternak. Juga bagaimana menjaga produktivitas rumput agar optimal sehingga menunjang pertumbuhan ternak. Apabila kondisi rumput/vegetasi dipadang gembala tidak diperhatikan akan kontra produktif dengan produktivitas ternak.

Kondisi Rumput Dipadang Gembala
Kondisi Rumput Dipadang Gembala

Beberapa kondisi padang rumput yang sering terjadi adalah over grassing, dimana tidak ada keseimbangan antara ternakk yang merumput dengan daya tampung padang gembala. Kondisi padang gembala yang tidak merata dimana ada bagian yang relatif gundul dan bagian lain rimbun (Spotted grassing). Terkadang ada padang gembala yang rumputnya terlalu rimbun dengan vegetasi yang relatif tua sehingga  ternak akan cenderung memilih saat grassing serta kualitas hijauan sudah menurun.

Kondisi rumput pada padang gembala diatas harus segera ditangani berdasarkan kondisinya dan dilakukan tindakan perbaikan agar kualitas hijauan yang dihasilkan padang gembala mendukung produktivitas ternak. Contoh melakukan rotasi penggembalaan pada lahan yang tersedia, mengatur jumlah kambing/domba yang merumput menyesuaikan daya tampung, melakukan pemotongan pada lahan dengan produktivitas tinggi dan dilakukan pengolahan hijauan lanjutan seperti silase-hay.

Dengan tercapainya keseimbangan antara kebutuhan pakan kambing/domba dengan ketersediaan pakan dilahan gembala maka produktivitas ternak membaik.

*Ilustrasi Gambar Sketch diambil dari Illustrated guide to sheep ang goat production(ATTRA)

Leave a Reply