Penyembelihan Hewan Qurban Yang Halal dan Baik

Qurban  merupakan sebuah ibadah guna mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan melakukan penyembelihan hewan qurban atas dasar ketaqwaan dan kesabaran dalam melaksanakan perintahNYA. Sebagai rangkaian ibadah maka tata cara pelaksanaannya diatur sedemikian rupa, diantaranya :

Qurban  merupakan sebuah ibadah guna mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan melakukan penyembelihan hewan qurban atas dasar ketaqwaan dan kesabaran dalam melaksanakan perintahNYA. Sebagai rangkaian ibadah maka tata cara pelaksanaannya diatur sedemikian rupa, diantaranya :

Syarat Petugas Penyembelih

  • Laki-laki muslim dewasa
  • Sehat jasmani rohani
  • Memiliki pengetahuan & ketrampilan teknis dalam penyembelihan hewan halal yang baik dan benar

Syarat Peralatan

  • Pisau/golok yang digunakan harus tajam, sehingga menjamin dapat memutus pembuluh darah, tenggorokan dan saluran makanan.
  • Senantiasa terjaga kebersihannya dan tidak berkarat.

Persyaratan Sarana

  • Kandang penampungan sementara bersih, kering dan mampu melindungi dari panas matahari dan hujan
  • Tempat penyembelihan kering, bersih dan terpisah.
  • Lubang penampungan darah 0,5 x 0,5 x 0,5 m untuk tiap 10 ekor kambing atau 0,5 x 0,5 x 1 m untuk sapi
  • Tersedia air bersih yang cukup untuk mencuci peralatan dan jeroan selama proses berlangsung
  • Tempat khusus untuk penanganan daging yang harus terpisah dari jeroan dan terjaga kebersihannya.

Perlakuan Hewan Sebelum Disembelih

  • Pemeriksaan ante mortem
  • Dilakukan secara wajar dengan memperhatikan animal welfare agar ternak tidak stress dan daging berkualitas
  • Diistirahatkan sebelum disembelih dengan pemberian pakan dan minuman
  • Merebahkan/menjatuhkan dengan hati-hati, hindari cara paksa dan kasar

Tata Cara Penyembelihan Halal

  • Penyembelihan dilakukan dengan tata cara agama islam sesuai dengan fatwa Majelis Ulama Indonesia dan persyaratan hygienis serta sanitasi, diantaranya :
  • Hewan direbahkan menghadap arah kiblat
  • Membaca basmalah
  • Hewan disembelih dengan sekali gerakan tanpa mengangkat pisau dari leher pada saat memotong 3 (tiga) saluran sekaligus yaitu:
    • Saluran makan (mar’i)
    • Pembuluh darah (wadajain)
    • Saluran nafas (hulqun)
  • Proses selanjutnya dilakukan setelah hewan benar-benar mati sempurna
  • Penanganan hewan setelah sembelih sebaiknya dilakukan dengan posisi digantung pada kaki belakangnya agar pengeluaran darah sempurna, kontaminasi silang dapat dicegah dan penanganan lebih mudah.
perlakuan jaroan
perlakuan jaroan
  • Ikat saluran makanan (esofagus) dan anus agar isi lambung dan usus tidak mencemari daging
  • Lakukan pengulitan secara hati-hati dan bertahap, diawali dengan membuat sayatan pada bagian medial kaki
keluarkan jeroan
keluarkan jeroan
  • Keluarkan isi rongga dada dan rongga perut secara hati-hati agar dinding lambung dan usus tidak tersayat
  • Pisahkan jeroan merah (hati,jantung, paru, ginjal, limfa) dari jeroan hijau (lambung,usus, esofagus,lemak)
  • Pemeriksaan post mortem
  • Pindahkan karkas ke tempat khusus untuk penanganan lanjut.

Pemeriksaan Post Mortem

Pemeriksaan post-mortem adalah pemeriksaan kesehtan karkas dan organ tertentu (jeroan) setelah penyembelihan yang bertujuan untuk memutuskan apakah daging aman dan layak konsumsi. Dilakukan oleh dokter hewan atau juru uji daging/petugas teknis yang telah mendapatkan pelatihan tentang meat inspector dan dibawah supervisi drh.

(Leaflet Pedoman Penyembelihan Hewan Qurban yang Halal dan Baik, BPJPH Kementrian Agama RI)

No comments yet

  1. Salam Sukses Ya …
    terikasih atas sharingnya

Leave a Reply