Sinkronisasi Berahi

Salah satu parameter kelancaran usaha beternak ruminansia (sapi, kambing, domba) adalah kelahiran yang sesuai jadwal. Kriteria ini merupakan penampilan dari reproduksi ternak. Persentase kebuntingan (conception rate) dan jarak beranak (calving interval) merupakan kombinasi penampilan reproduksi ternak.

VULVA MERAHSalah satu parameter kelancaran usaha beternak ruminansia (sapi, kambing, domba) adalah kelahiran yang sesuai jadwal. Kriteria ini merupakan penampilan dari reproduksi ternak. Persentase kebuntingan (conception rate) dan jarak beranak (calving interval) merupakan kombinasi penampilan reproduksi ternak.

Sulitnya pengenalan berahi (estrus), banyak kasus anestrus dan berahi tenang (silent heat) sehingga deteksi berahi tidak tepat,; ini menjadi kendala dalam proses perkawinan, baik secara alami maupun inseminasi buatan (IB). Untuk mengatasi masalah ini dikembangkan teknik sinkronisasi berahi dengan memanipulasi hormon reproduksi.

Sinkronisasi adalah suatu pengendalian estrus yang dilakukan pada ternak betina sehat dengan manipulasi mekanisme hormonal, sehingga keserentakan estrus dan ovulasi dapat terjadi; dalam kurun 2-3 hari setelah perlakuan dihentikan, inseminasi buatan bisa dilakukan serempak. Sinkronisasi mengarah pada hambatan ovulasi dan penundaan regresi korpus luteum. Ada dua tujuan dalam sinkronisasi estrus yaitu 1) mendapatkan estrus dengan waktu yang diketahui pasti, memungkinkan IB secara bersamaan; 2) menghasilkan angka kebuntingan yang lebih baik. Sinkronisasi estrus ialah tindakan menimbulkan berahi, diikuti ovulasi fertil pada sekelompok atau individu ternak untuk menghasilkan kebuntingan.

Sinkronisasi estrus pada sapi membutuhkan persyaratan sebagai berikut, untuk mendapatkan hasil optimal :

  • Sapi dalam keadaan tidak bunting, kalau pada ternak bunting maka terjadi aborsi
  • Body condition score (BCS) optimum antara 3 – 3,5
  • Pakan hindari Balans energi negatif post partum, pakan ditambah 10-20% untuk mempertahankan BCS optimum
  • Kesehatan umum baik dan prima
  • Kesehatan alat reproduksi baik dan tidak ada infeksi
  • Penyapihan memberikan hasil lebih baik
  • Aplikasi dengan PGF 2α perlu pemeriksaan ovarium dengan cermat, harus ada corpus luteum fungsional.

( Drh. Sriteguh Waluyo, Reproduksi Aplikatif pada Sapi, Bandung Srikandi Empat Widya Utama,2014)

 

Leave a Reply