Keberhasilan suatu usaha peternakan sangat tergantung pada tata laksana pemeliharaan yang dilakukan. Hal yang perlu diperhatikan dalam tata laksana pemeliharaan ialah perkandangan, pemilihan bakalan, pemberian pakan, penjagaan kesehatan. Pakan yang dalam segitiga usaha peternakan memberikan pengaruh yang cukup besar. Jumlah pakan yang diberikan pada ternak tergantung pada tata laksana pemeliharaan, tujuan pemeliharaan dan kebutuhan ternak.

mulai

Konsumsi pakan ternak ditentukan adanya kandungan serat kasar dalam pakan, kandungan serat kasar yang terlalu tinggi dapat menurunkan konsumsi pakan. Pemberian pakan baik hijauan maupun konsentrat harus diatur dalam suatu teknik yang memberikan tingkat kecernaan ransum yang lebih tinggi. Pemberian hijauan yang hampir bersamaan waktunya dengan konsentrat dapat berkibat pada penurunan kecernaan bahan kering dan bahan organik ransum.

Pemberian hijauan dilakukan secara bertahap dan minimal 4 kali dalam sehari semalam. Cara pemberian hijauan pada ternak yang digemukkan sebaiknya dihindari pemberian yang sekaligus dalam jumlah banyak. Pengaturan waktu pemberian konsentrat dan hijauan berpengaruh terhadap proses fermentasi dalam rumen. Bahan pakan konsentrat sebaiknya diberikan terlebih dahulu kemudian baru pakan hijauan dengan maksud merangsang mikroorganisme rumen. Pemberian konsentrat sebaiknya dilakukan dalam selang waktu 2 jam atau lebih dari pemberian hijauan, dimaksudkan untuk meningkatkan kecernaan bahan kering dan bahan organik ransum. (dari berbagai sumber dan Siregar : Penggemukaan Sapi Potong; Ransum Ternak ruminansia)

Tinggalkan komentar

Saya Oegeng Entelemi

Selamat datang di Entelemi.com

Ini adalah ruang digital tempat strategi manajemen bertemu dengan realita lapangan. Di sini, saya berbagi perspektif tentang membangun sistem peternakan yang berkelanjutan, pemberdayaan masyarakat, dan seni kepemimpinan yang membumi.

Mari berdiskusi, berpikir strategis, dan bertumbuh bersama

Let’s connect