BERDAMAI DENGAN ALAM

Setiap Balada Pria Panggilan (BPP) part 40.

Mensiasati kekuatan alam di musim penghujan

Solusi ternak saat hujan
Solusi ternak saat hujan

Bersyukur peternak Indonesia yg berada disekitaran khatulistiwa, hanya mendapatkan 2 musim yaitu penghujan dan musim kemarau.
Artinya sebagai peternak hanya perlu belajar penanganan ternak hanya di 2 musim tersebut. Akan lebih rumit lagi ketika peternak berada di 4 musim sebagaimana di negara sub tropis.

Pada peternak di Indonesia membutuhkan penanganan ternak di musim penghujan sepertinya akan menjadi lebih agak kompleks dibanding saat kemarau.

Saat penghujan adalah saat dimana Kelembaban menjadi lebih tinggi, saat kondisi lingkungan kandang menjadi lebih basah, saat kemalasan peternak bertambah dan beberapa hal lain yg jika tidak disiasati akan mempengaruhi performa kandang kita.

Ada beberapa hal yg patut diwaspadai dengan kambing/domba yg ada di kandang:
– waspada banjir tentunya karena curah hujannya meningkat.
Kewaspadaan ini akan lebih2 ketika kandang kita berada di lokasi buah rendah dan datar, serta memiliki riwayat kejadian banjir.
Struktur kandang panggung dengan ketinggian tertentu dapat menjadi siasat untuk menanggulangi kemungkinan kandang terendam oleh air banjir. Pembersihan secara berkala lingkungan kandang akan membantu mengurangi dampak jika kandang benar2 terendam banjir.

– waspada hewan2 yg tidak suka air akan ikut naik ke kandang.
Kejadian naikknya hewan2 lain saai lingkungan kandang basah karena hujan sering terjadi pada beberapa kandang yg berlokasi dekat dengan pepohonan (hutan) maupun lingkungan kandang yg tidak dekat pepohonan. Hewan seperti ular, kalajengking, serangga, bahkan ayam secara langsung dan tidak langsung akan berpengaruh terhadap ternak kitabyg ada di kandang. Pada beberapa kasus, hewan2 lain iki dapat memberikan gangguan yg berarti, seperti gigitan ular atau kalajengking atau kelabang.
Cek rutin kondisi kandang bis amenjadi siasat untuk menanganinya. Segera tanggap jika ada suara-suara lain dari ternak kita harus segera mendapatkan respon. Penanganan lainnya adalah dengan rutin melakukan sanitasi kandang baik dengan desinfektan maupun dengan anti serangga.

– waspada pakan konsentrat yg mudah lembab dan kemungkinan berjamur.
Perubahan kelembaban akan mudah mempengaruhi kondisi pakan yg berbentuk konsentrat. Sehingga konsentrat menjadi mudah berjamur maupun mudah dihinggapinoleh serangga2 pengganggu.
Penyimpanan atau peletakan karung2 konsentrat dengan teknik pallet sedikit banyak akan membantu mengantisipasi kondisi kelembaban berlebih ini. Peletakan pakan dilokasi yg tidak mudah kena air hujan atau rempesan air juga akan membantu menjaga kualitas pakan tetap bagus dan baik.

– waspada hujan yg tiba2 dan menghalangi niat utk ngarit.
Menjaga semangat beternak memang perlu dilakukan, sehingga apapun kondisi lingkungan yg terjadi kandang kita tetap terurus.
Persiapan utk hal2 yg diluar perkiraan bisa dilakukan , semisal persediaan obat2an, persediaan pakan, perpindahan jam kerja dan ABK (anak buah kandang), persediaan bahan baku kandang, dan.

– waspada penyakit ternak karena kelembaban tinggi, karena tiupan angin yg lebih dari biasanya, karena penurunan daya tahan tubuh, dan karena hewan/parasit yg ikut naik ke kandang.
Kasus yg sering terjadi adalah myasis pada induk habis melahirkan, pusar basah pada cempe, flu, pneumonia, kembung.
Pada kasus kelahiran dimusim penghujan seyogyanya dipersiapkan box brooding dan jerami kering utk antisipasi.
Antisipasi lendir dan darah sisa melahirkan yg tidak kering2 bisa dilakukan dengan membuat sediaan abu sisa pembakaran atau membuat adonan bubuk anti-myasis sendiri. Keduanya difungsikan utk mengeringkan lendir dan darah dengan rutin menabur di bagian belakang induk dan di pusar cempe.

#salamternak, kapten…..

Djigad Bingo Rumminant Farm & Consultant
Cp. 081808153767 – 085640954548 (WA)

Tinggalkan komentar

Saya Oegeng Entelemi

Selamat datang di Entelemi.com

Ini adalah ruang digital tempat strategi manajemen bertemu dengan realita lapangan. Di sini, saya berbagi perspektif tentang membangun sistem peternakan yang berkelanjutan, pemberdayaan masyarakat, dan seni kepemimpinan yang membumi.

Mari berdiskusi, berpikir strategis, dan bertumbuh bersama

Let’s connect