Peternakan yang Masuk Akal: Market dan Produk – Agar Peternakan Tidak Berhenti di Kandang

Di banyak lokasi, peternakan sudah berjalan cukup rapi. Pakan diperbaiki, hijauan disiapkan, kesehatan ternak dijaga. Namun saat tiba waktunya menjual, masalah lama kembali muncul: harga ditekan, pasar tidak jelas, dan peternak berada di posisi lemah.

Ini bukan karena kualitas ternaknya buruk. Ini karena market dan produk tidak pernah dipikirkan sejak awal.

Peternakan yang masuk akal tidak berhenti di kandang. Ia harus berujung di pasar yang jelas dan produk yang tepat.


Produksi Tanpa Market adalah Risiko

Kesalahan paling sering dalam peternakan adalah memproduksi dulu, baru mencari pasar. Logika ini membuat peternak selalu tertinggal satu langkah.

Akibatnya:

  • harga ditentukan pihak lain,
  • waktu jual tidak ideal,
  • keuntungan tidak sebanding dengan usaha.

Peternakan yang masuk akal membalik logika ini: market dipahami lebih dulu, produksi menyesuaikan.


Market Tidak Tunggal, Strateginya Berbeda

Tidak semua ternak cocok untuk semua pasar. Peternakan yang dewasa selalu membedakan:

  • Pasar harian/lokal → butuh kontinuitas dan kepercayaan
  • Pasar musiman (qurban) → butuh timing, tampilan, dan bobot
  • Pasar kelompok/kolektif → butuh keseragaman dan volume
  • Pasar khusus → butuh spesifikasi tertentu

Kesalahan terjadi saat satu sistem produksi dipaksakan melayani semua pasar sekaligus.


Produk Peternakan Lebih Luas dari Ternak Hidup

Banyak peternak menganggap produk hanya ternak hidup. Padahal, peternakan yang masuk akal melihat produk secara lebih luas:

  • ternak siap jual (grade tertentu),
  • bakalan atau pembibitan,
  • pupuk kandang,
  • hijauan pakan,
  • jasa (penggemukan, penitipan, pendampingan).

Dengan memperluas definisi produk, peternakan menjadi:

  • lebih fleksibel,
  • lebih tahan risiko,
  • dan tidak bergantung pada satu sumber pendapatan.

Skala Menentukan Strategi Market dan Produk

Skala kecil tidak harus meniru strategi skala besar.

Pendekatan realistis:

  • Skala kecil → pasar dekat, cepat jual, fleksibel
  • Skala kelompok → konsolidasi, negosiasi harga
  • Skala kawasan → branding, kontrak, keberlanjutan

Masalah muncul ketika skala kecil memaksakan diri bermain di pasar besar tanpa dukungan sistem.


Peran Kelembagaan dalam Akses Pasar

Di sinilah kelompok, koperasi, atau program PPM menjadi penting. Kelembagaan membantu:

  • mengumpulkan volume,
  • menjaga kualitas,
  • membuka akses pasar yang tidak bisa dijangkau individu.

Tanpa kelembagaan, peternak kecil akan selalu berhadapan sendiri dengan pasar.


Integrasi Market dengan Sistem Peternakan

Market yang sehat hanya bisa dicapai jika terhubung dengan:

  • neraca pakan,
  • manajemen produksi,
  • pencatatan data,
  • dan perencanaan waktu jual.

Peternakan yang masuk akal melihat market sebagai bagian dari sistem, bukan urusan terakhir.


Intinya

Peternakan tidak cukup hanya menghasilkan ternak. Ia harus menghasilkan produk yang dibutuhkan pasar.

Peternakan yang masuk akal:

  • memahami market sejak awal,
  • memilih produk sesuai kapasitas,
  • dan membangun posisi tawar secara bertahap.

Karena peternakan yang tidak terhubung dengan pasar akan selalu sibuk, tetapi sulit sejahtera.

Artikel ini merupakan bagian dari seri “Peternakan yang Masuk Akal” di www.entelemi.com.


Tinggalkan komentar