-
Continue reading →: Peternakan yang Masuk Akal: Market dan Produk – Agar Peternakan Tidak Berhenti di Kandang
Di banyak lokasi, peternakan sudah berjalan cukup rapi. Pakan diperbaiki, hijauan disiapkan, kesehatan ternak dijaga. Namun saat tiba waktunya menjual, masalah lama kembali muncul: harga ditekan, pasar tidak jelas, dan peternak berada di posisi lemah. Ini bukan karena kualitas ternaknya buruk. Ini karena market dan produk tidak pernah dipikirkan sejak…
-
Continue reading →: Peternakan yang Masuk Akal: Peternakan sebagai Alat Pemberdayaan Masyarakat
Dalam banyak program, peternakan sering diposisikan semata sebagai alat peningkatan pendapatan. Ukurannya cepat terlihat: jumlah ternak bertambah, produksi naik, transaksi terjadi. Namun di lapangan, peternakan yang hanya dikejar dari sisi ekonomi sering rapuh. Begitu bantuan berhenti atau harga berubah, sistem ikut runtuh. Peternakan yang masuk akal memandang peternakan bukan hanya…
-
Continue reading →: Peternakan yang Masuk Akal: Integrasi Pertanian dan Peternakan yang Realistis
Integrasi pertanian dan peternakan sering terdengar ideal di atas kertas. Limbah tanaman jadi pakan, kotoran ternak jadi pupuk, biaya turun, hasil naik. Namun di lapangan, tidak sedikit integrasi yang berhenti sebagai konsep. Alasannya sederhana: integrasi dibuat terlalu rumit sejak awal. Peternakan yang masuk akal tidak mengejar integrasi yang sempurna. Ia…
-
Continue reading →: Peternakan yang Masuk Akal: Kesehatan dan Recovery Ternak – Faktor yang Sering Diabaikan
Di lapangan, saat performa ternak menurun, fokus hampir selalu langsung ke dua hal: pakan dan penyakit. Pakan ditambah, obat diberikan, vitamin disuntikkan. Namun sering kali hasilnya tidak signifikan. Ternak tetap lambat pulih, produksi tidak kembali optimal, dan masalah berulang. Di sinilah satu faktor penting sering terlewat: recovery ternak. Produktivitas bukan…

