-
Continue reading →: Peternakan yang Masuk Akal: Pencatatan Data Sederhana – Peternakan Dewasa Tidak Takut Diukur
Di lapangan, kata data sering terdengar menakutkan. Banyak peternak langsung membayangkan tabel rumit, angka-angka kecil, dan pekerjaan tambahan yang merepotkan. Padahal dalam peternakan, data paling penting justru sangat sederhana. Tanpa data, peternak hanya mengandalkan ingatan dan perasaan—dan itu berbahaya untuk usaha jangka panjang. Peternakan yang masuk akal tidak menuntut peternak…
-
Continue reading →: Peternakan yang Masuk Akal: Neraca Pakan – Kapan Menambah dan Kapan Menahan Ternak
Banyak keputusan besar dalam peternakan diambil berdasarkan perasaan: merasa pakan masih cukup, merasa tenaga masih sanggup, atau merasa ternak bisa ditambah. Masalahnya, ternak tidak hidup dari perasaan. Ia hidup dari pakan yang benar-benar tersedia setiap hari. Di sinilah neraca pakan menjadi alat penting. Bukan alat rumit, bukan hitungan akademik, tetapi…
-
Continue reading →: Peternakan yang Masuk Akal: Manajemen Hijauan Berbasis Musim
Salah satu keluhan paling sering dari peternak adalah soal pakan hijauan: saat hujan berlebih, saat kemarau kekurangan. Padahal, di banyak lokasi, masalah utamanya bukan ketersediaan hijauan—melainkan tidak adanya manajemen berbasis musim. Peternakan yang masuk akal tidak berharap kondisi selalu ideal. Ia justru dibangun dengan asumsi bahwa musim pasti berubah.
-
Continue reading →: Peternakan yang Masuk Akal: Pakan Adalah Fondasi Sebelum Menambah Ternak
Peternakan yang masuk akal selalu dimulai dari pakan. Artikel praktisi lapangan tentang sistem pakan sebelum menambah ternak.

