Pencernaan pada Ruminansia

Pencernaan Ruminansia KAmbing
Pencernaan Ruminansia KAmbing

Pencernaan merupakan proses perubahan yang bersifat mekanis dan kimia yang terjadi dalam saluran pencernaan sampai zat-zat makanan dapat dimanfaatkan oleh tubuh. Perubahan tersebut dapat berupa penghalusan pakan menjadi partikel yang lebih kecil atau penguraian senyawa kompleks menjadi senyawa yang lebih sederhana (Lubis, 1992). Pencernaan pakan pada ruminansia terjadi secara mekanis di dalam mulut yang bertujuan memperkecil ukuran partikel pakan, fermentasi oleh mikroba dalam rumen dan secara kimiawi oleh enzim-enzim yang dihasilkan oleh organ-organ pencernaan pasca rumen (Sutardi, 1978).

Lambung ruminansia terdiri atas empat bagian, yaitu rumen, retikulum, omasum dan abomasum. Masing-masing bagian memiliki peran dan fungsi yang khusus (Kartadisastra, 1997). Rumen ruminansia terdapat mikroba (bakteri dan protozoa) yang memiliki kemampuan untuk merombak zat pakan secara fermentatif sehingga menjadi senyawa yang berbeda dengan bahan asal. Hasil fermentasi inilah yang menjadi sumber energi utama (Sutardi, 1980). Lebih lanjut dijelaskan bahwa proses fermentasi berlangsung sebelum usus halus, sehingga dapat disajikan ke usus halus dalam bentuk yang mudah diserap.

perut ruminansia
perut ruminansia

Keuntungan yang diperoleh dengan adanya proses fermentasi yaitu bakteri rumen dapat memanfaatkan senyawa NPN menjadi protein tubuh; mikrobia rumen dapat mendegradasi selulosa dan hemiselulosa yang tidak dapat dicerna oleh hewan untuk dimanfaatkan sebagai sumber energi; produk fermentasi dapat disajikan dalam bentuk yang mudah dicerna dan diabsorpsi (Sutardi, 1978); dapat menampung pakan dalam jumlah besar dan pakan dapat diubah menjadi partikel yang lebih kecil; bakteri dalam rumen dapat mensintesis vitamin B dan K (Tillman et al., 1991).

Bakteri-bakteri yang bertanggung jawab dalam proses fermentasi membentuk asetat, propionat, butirat, CO2 dan H2. Spesies bakteri metanogenik akan menggunakan CO2, H2 dan format untuk membentuk gas metana. Beberapa spesies memproduksi amonia dan asam lemak terbang berantai cabang dari asam-asam amino tertentu dan beberapa mikroba mengeluarkan urease untuk memecah urea sehingga menjadi amonia dan CO2 (Arora, 1995).

Kelestarian proses fermentasi dalam rumen dipengaruhi oleh pH rumen yang dipertahankan oleh saliva agar tidak berubah, kondisi rumen anaerob, suhu rumen konstan, rumen yang berkontraksi akan menambah kontak antara enzim dan substrat, laju pengosongan rumen diatur sedemikian rupa sehingga setiap saat selalu ada isinya. Saliva yang disekresikan oleh ruminansia memiliki fungsi sebagai bufer sehingga larutan dalam rumen mempunyai pH konstan, menstabilkan jumlah cairan dalam rumen dan konsentrasi ion dalam rumen serta gerakan retikulo-rumen yang teratur sehingga memungkinkan kelancaran proses pencernaan dan kondisi anaerob memungkinkan pertumbuhan mikrobia (Soewardi, 1974 dalam Kartikasari, 2003).

#BERSAMA BEN BERKAH

PUSTAKA :

Arora, S. P. 1995. Pencernaan Mikroba pada Ruminansia. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta. (Diterjemahkan oleh R. Murwani).

Kartadisastra, H.R. 1997. Penyediaan dan Pengelolaan Pakan Ternak Ruminansia. Penerbit Kanisius, Yogyakarta.

Kartikasari, D. 2003. Degradabilitas Bahan Kering, Bahan Organik dan Serat Jerami Padi, Rumput Lapangan dan Glirisidia dalam Rumen Ternak Domba secara In sacco. Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro, Semarang. (Skripsi Sarjana Peternakan)

Lubis, D.A. 1992. Ilmu Makanan Ternak. Cetakan ke-2. PT. Pembangunan, Jakarta.

Sutardi,T. 1978. Ikhtisar Ruminologi. Departemen Ilmu dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor, Bogor (Tidak diterbitkan)

Sutardi, T. 1980. Landasan Ilmu Nutrisi. Jilid I. Departemen Ilmu dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor, Bogor (Tidak diterbitkan)

Tillman, A.D., H. Hartadi, S. Reksohadiprodjo, S. Prawirokusumo dan S. Lebdosukojo. 1991. Ilmu Makanan Ternak Dasar. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

 Gambar :Sridianti.com; Perpustakaancyber.blogspot.com

3 responses to “Pencernaan pada Ruminansia”

  1. Avatar Djoko
    Djoko

    cukup baik, tapi kurang mendalam bahasannya.

    1. Avatar soegeng

      Terima kasih Mr joko atas kritiknya

Tinggalkan Balasan

Saya Oegeng Entelemi

Selamat datang di Entelemi.com

Ini adalah ruang digital tempat strategi manajemen bertemu dengan realita lapangan. Di sini, saya berbagi perspektif tentang membangun sistem peternakan yang berkelanjutan, pemberdayaan masyarakat, dan seni kepemimpinan yang membumi.

Mari berdiskusi, berpikir strategis, dan bertumbuh bersama

Let’s connect

Eksplorasi konten lain dari Edukasi - Pertanian & Peternakan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca