Ternak puyuh mempunyai potensi yang besar untuk dikembangkan, tak kalah disbanding unggas lain. Hal ini dikarenakan kemampuan dan sifatnya-sifatnya yang menguntungkan, yaitu

  •  Telur & daging burung puyuh yang khas sehingga menjadi cirri khas khusus yang melekat. Beberapa orang justru mencari daging burung puyuh sebagai sumber bahan pangan dengan citarasa khusus.
  •  Waktu untuk mencapai dewasa kelamin relative singkat (sekitar 42 hari)
  •  Produksi telur yang mencapai 200-300 butir/tahun  Masa penetasan yang singkat yaitu 16 hari
  •  Kebutuhan pakan yang tidak terlalu besar. Kebutuhan burung puyuh dewasa sekitar 14gram/ekor
  •  Kebutuhan tempat pemeliharaan yang ringkas. Kandang puyuh dapat dibuat bertingkat untuk menghemat lokasi., tentunya dengan persyaratan tertentu.
  •  Relatif tahan terhadap penyakit dengan pemeliharaan yang teliti. Suatu kelebihan dan kemudahan beternak pada burung puyuh menjadikannya suatu komoditi ternak yang layak dikembangkan.

Berbekal kesungguhan, keuletan dan ketrampilan dalam pengelolaan akan menjadikan burung puyuh sebagai ternak unggas. alternatif

4 responses to “Potensi Ternak Puyuh Sebagai Alternatif Ternak Unggas”

  1. Avatar Yanwar

    Ayo kita buktikan Puyuh bisa menghasilka rupiah yang tidag terduga…
    semangaaat….

    1. Avatar soegeng

      Tetap smagat yanwar walau harga bibit dan pakan mahal..agribisnis tak akan mati..

  2. Avatar jems
    jems

    saya pemula untk berbisnis ternak puyuh, bagemana saranya

    1. Avatar oeg

      alhamdulillah..saya juga….yg pasti segera dimulai saja…ternak apapun

Tinggalkan Balasan

Saya Oegeng Entelemi

Selamat datang di Entelemi.com

Ini adalah ruang digital tempat strategi manajemen bertemu dengan realita lapangan. Di sini, saya berbagi perspektif tentang membangun sistem peternakan yang berkelanjutan, pemberdayaan masyarakat, dan seni kepemimpinan yang membumi.

Mari berdiskusi, berpikir strategis, dan bertumbuh bersama

Let’s connect

Eksplorasi konten lain dari Edukasi - Pertanian & Peternakan

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca