Rumput Gajah dengan nama latin Pennisetum purpureum merupakan jenis rumput pakan ternak yang cukup familiar dikalangan peternak ruminansia. Rumput ini banyak diminati dan ditanam karena kemudahan tumbuh dan hidupnya, disamping itu juga produktivitas hijauannya.

Rumput gajah dapat tumbuh dalam berbagai kondisi tanah bahkan lahan gersang sekalipun, karena memang aslinya berasal dari daerah Afrika yang mahal air, tandus dan gersang. Sifat inilah yang menjadikannya tanaman pakan primadona di Indonesia.

Dipastikan peternak di Indonesia banyak yang menanamnya baik dilahan khusus maupun dipinggiran ataupun sela sela tanaman pangan/ tanaman keras. Untuk menghasilkan produksi rumput gajah yang optimal dan baik perlu dilakukan cara penanaman, cara perawatan dan pemotongan yang benar serta tepat. Melihat sifat diatas ada hal hal yang kurang diperhatikan peternak saat memotong rumput gajah, bahkan dibeberapa daerah terkesan asal asalan dalam memotongnya; sehingga efek buruknya menurunkan kualitas rumput itu sendiri pada periode berikutnya.

Rumput gajah paling disarankan dipotong saat menjelang berbunga karena saat itu akumulasi nutrisi dan caya cernanya yang paling optimal. Pemotongan yang benar dan tepat akan menghasilkan tanaman rumput gajah yang baru dan akan siap dipotong kembali 40-60 hari berikutnya.

Pemotongan Rumput Gajah Yang Salah
Pemotongan Rumput Gajah Yang Salah

Pemotongan diatas tidak benar  karena hanya mengambil bagian atas / daun saja.  Padahal dengan melakukan pencacahan pada batang, bagian tersebut masih termakan oleh ternak. Cara memotong yang seperti ini akan merusak pertumbuhan rumput pada periode berikutnya. Efek yang mungkin akan muncul pad acara pemotongan ini diantaranya

  • Tidak terbentuk rumpun
Pemotongan yang salah menganggu pertunasan
Pemotongan yang salah menganggu pertunasan

Tunas anakan tumbuh secara tidak sempurna sehingga tidak terbentuk rumpun yang bagus. Akibatnya produktivitas rumput akan  semakin menurun.

  • Batang mengering dan mati
Pemotongan rumput yang salah, batang mengering dan mati
Pemotongan rumput yang salah, batang mengering dan mati

Pada daerah yang sulit air, dengan memotong terlalu tinggi mengakibatkan dehidrasi pada batang. Kondisi ini mengakibatkan batang menjadi kering selanjutnya pertunasan tidak terjadi dan mati.

 

Pemotongan batang rumput gajah sebaiknya ditinggalkan kurang lebih 5 – 10 cm dari permukaan tanah. Pemotongan batang tanaman yang terlalu pendek akan menyebabkan lambatnya pertumbuhan kembali, namun jika batang yang ditinggalkan terlalu panjang maka tunas batang saja yang akan berkembang sedangkan jumlah anakan akan berkurang. Penggunaan alat pemotong/ sabit yang tajam juga disarankan agar pertunasan dan rumpun yang dihasilkan baik.

pemotongan-rumput-gajah-tunas tumbuh optimal
pemotongan-rumput-gajah-tunas tumbuh optimal

Pada cara pemotongan rumput gajah yang benar, tunas yang tumbuh lebih dari satu. Tunas ini nantinya akan membentuk rumpun.

pemotongan-rumput-gajah, rumpun tumbuh optimal
pemotongan-rumput-gajah, rumpun tumbuh optimal

Produktivitas akan meningkat dengan cara memotong yang baik dan benar. Mari kita rawat dan potong tanaman hijauan pakan dengan baik dan benar.

 

Satu tanggapan untuk “Memotong Rumput Gajah Dengan Benar (Meningkatkan Produksi Pakan)”

  1. Newsteen Avatar

    jadi tunas itu yang akan tumbuh jadi rumpun

    Suka

Tinggalkan Balasan ke Newsteen Batalkan balasan

Saya Oegeng Entelemi

Selamat datang di Entelemi.com

Ini adalah ruang digital tempat strategi manajemen bertemu dengan realita lapangan. Di sini, saya berbagi perspektif tentang membangun sistem peternakan yang berkelanjutan, pemberdayaan masyarakat, dan seni kepemimpinan yang membumi.

Mari berdiskusi, berpikir strategis, dan bertumbuh bersama

Let’s connect